Category: Aqidah


Petunjuk Jalan (Yang Mungkin) Terlupakan

Seluruh umat manusia sekarang ini berdiri di jurang kehancuran. Bukan disebabkan oleh ancaman kepunahan yang tergantung dipuncak kepalanya. Ini hanya gejala penyakit…..

Itulah petikan dua baris awal dari buku “Petunjuk Jalan” atau judul aslinya “Ma’alim Fitthoriq” karangan Asy Syahid Sayid Quthb. Buku yang seharusnya dibaca para kader dakwah sebelum membaca buku-buku lain agar menumbuhkan fikroh dan ideologi yang kuat pada para aktivis Islam. Tetapi, fenomena yang terjadi saat ini adalah kebanyakan para aktivis justru membaca “rangkuman” atau malah hanya kutipan-kutipan saja dari buku ini.

Ada 12 bab dalam buku ini, Empat bab pertama dalam buku ini yaitu : “Watak Metode Qur’ani”, “Konsepsi Islam dan Peradaban”, “Jihad Fi Sablillah” dan “Tumbuhnya Masyarakat Muslim” dan Ciri Khasnya” diambil dari Fi Zhilalil Qur’an, seperti yang beliau sebutkan di bagian pendahuluan halaman 15.

Sedangkan delapan bab sisanya ditulis dalam berbagai kesempatan beliau.
Memahami tulisan Sayid Quthb memang tidak mudah karena kekuatan tulisannya dalam cara mengeluarkan buah pikiran dengan pena, dengan gaya khusus dengan cara yang sangat sulit ditiru.

Kalau saya boleh berkesimpulan akhirnya tema buku ini adalah bahwa Islam harus dikembalikan kepada kebesarannya sebagaimana yang telah kita temui dalam periode pertama sejarah Islam (masa Rasulullah dan Sahabat). Dan buku inilah yang mengantarkan Sayyid Quthb ke tiang gantungan karena ide-idenya yang anti barat.

Akhir kata, Buku ini ditulis untuk mereka yang mau menjadi pionir dalam usaha kembali kepada kemurnian Islam itu, kembali kepada sumber pertama, yaitu Al-Qur’an yang mulia. Kita kembali untuk mengamalkannya dan bukan hanya sekedar membaca dan mempelajarinya saja.
Wallahu’alam

Download : Petunjuk sepanjang Jalan (Ma’alim Fitthoriq)

 

Iklan

A. PENGERTIAN “AD DIIN”

 Diin secara lughoh adalah:

  1. Ketaatan dan Ketundukan kepada hukum yang mutlak (Qs. 16:52, 40:65, 3:83)
  2. Dienul Malik (Aturan/ UUD Kerajaan ) (Qs. 12:76)
  3. Tanggungjawab/ Pembalasan (Qs. 1:4)

Sedangkan Diin menurut syara’ adalah:

لدِّينُ هُوَ مَا شَرَعَهُ اللَّه ُبِتَوْصِيَةِ رُسُْلِهِ وَ هُوَ فِطْرَتِهِ الَّتِى فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لِسَلامَتِهِمْ فِى الدُنْيَا

وَالاخِرَةِ بِرِضَاهِ

“Ad Dien adalah apa-apa yang disyari’atkan Allah SWT dengan taushiyah para rasul-Nya  dan Dia adalah Fitrohnya yang telah menciptakan manusia dengannya untuk keselamatan mereka di dunia dan di akhirat dengan ridhonya”. Pahami Qs. 42:13, 30:30, 26:21, 49:16, 3:19

Baca lebih lanjut

Hidup adalah Perjuangan

Jika Alloh menghendaki ia mampu menampilkan surga di depan matamu.

Jika Alloh menghendaki ia sanggup menghapus masalah-masalah dalam hidupmu serta membinasahkan semua musuh-musuh mu.

“Namun jika demikian adanya, Apa mulianya para penghuni surga?”

Tidak ada yang mengharapkan itu terjadi kecuali Orang-Orang yang tidak memahami hakikat Kemualiaan dan Perjuangan.

Tidak ada yang mau meyelisihi ketetapan Alloh kecuali mereka yang tidak memahami

Arti sebuah Kebijakan Baca lebih lanjut

ANTARA 2 JALAN

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”. (QS. 90:10)

1) Al Haq melawan Al Bathil

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu[43], sedang kamu mengetahui”. (QS. 2:42)

dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap“. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS. 17:81) Baca lebih lanjut

SYARIAH ISLAMIYAH

https://i1.wp.com/armudha.web.ugm.ac.id/wp-content/uploads/quran1.jpg

# MUQODIMAH #

“Dia telah mensyariatkan kamu tentang Dien apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah dien dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya…” (QS.42:13)
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”. (QS.45:18). Baca lebih lanjut

AD-DAULAH

https://kakasi86.files.wordpress.com/2009/12/500814995_6b415fc025.jpg?w=300

Daulah didefinisikan Sebuah sistem kekuasaan yang didalamnya terdapat unsur-unsur Kepemimpinan, Perundang-Undangan, Wilayah tertentu, Warga Masyarakat, dan Ideologi yang dianut sebagai Pandangan Hidup Berbangsa dan bernegara.
Jika kata Daulah digabungkan dengan kata Al-Islam, maka menjadi kata majemuk Daulah Islam. Artinya sebuah bentuk kekuasaan yang dilaksanakan dengan sistem Dienul Islam. Baca lebih lanjut

Berpadu Di bawah Bendera Islam

sesungguhnya kita umat islam berbeda dengan umat-umat yang lain. Sebab, kita tidak berpadu atas dasar cinta tanah air, karena tanah air adalah bukan yang memadukan kita. Sebab tanah air kita adalah seluruh negeri kaum muslimin. Dimana nama Allah disebut di suatu negeri, maka negeri itu adalah tanah air bagi seluruh kaum muslimin. Kita tidak dipadukan berdasarkan darah (ras), karena darah adalah dakwah bumi yang tidak di turunkan Allah dalam kitab-nya. Sebagaimana kita juga tidak berpadu atas dasar bahasa, karena bahasa beranekaragam bentuknya.

Akan tetapi kita berpadu atas landasan akidah dan prinsip yang dibawa Nabi Muhamad Saw, yaitu: La ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Baca lebih lanjut

Serulah (manusia) kepada jalan Robb mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Robb mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(An-NAhl [16]:125) Baca lebih lanjut

Ada Dimanakah Kita?

Para mufasirin membagi iman menjadi lima kelompok, termasuk kelompok manakah kita saat ini? Apakah kita menjadi kelompok yang terbaik? Atau sebaliknya? Apabila kita saat ini masih belum menjadi yang terbaik, mari kita tingkatkan! Meningkatkan keta’atan kita kepada Allah agar saat kita dipanggilnya ada dalam barisan yang di sejajarkan dengan para SYUHADA. Dalam barisan orang yang telah rela menjual dirinya dengan cara mengorbankan harta dan jiwanya demi tegaknya Syari’at Dienullah di muka bumi ini. Baca lebih lanjut

MA’RIFATUL SYAHADAT

Memahami Kalimat Syahadat
8/09/2009 | 18 Ramadhan 1430 H By: adheal_quds@yahoo.co.id
________________________________________
Kalimat syahadatain adalah kalimat yang tidak asing lagi bagi umat Islam. Kita senantiasa menyebutnya setiap hari, misalnya ketika shalat dan azan. Kalimat syahadatain sering diucapkan oleh umat Islam dalam pelbagai keadaan. Kita menghafal kalimat syahadah dan dapat menyebutnya dengan fasih. Namun, demikian sejauh manakah makna kalimat ini dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari kaum Islam? Baca lebih lanjut