Category: Inspirasi


Untukmu Para Pejuang

Gambar

Apa kabar hatimu sahabat? semoga Allah masih tetap memberi ketetapan pada hatimu untuk menyusuri jalan dakwah ini, walau terkadang hujatan, fitnahan, cacian dan makian sering kali mewarnai perjalanan panjang ini. tak jarang rasa lelah dan jenuh menghampiri setiap jejak perjuangan. Apakah semua ini akan membuat langkah kita terhenti?

Mari kita kembali menengok ke belakang dan bertanya kepada diri masing-masing, apa yang sudah saya persembahkan untuk islam. seberapa panjang sejarah yang ditempuh agama ini sehingga ia sampai ke pelukan kita? pernahkan kita menghayati, berapa banyak generasi yang sambung menyambung semenjak kedatangan Rasulullah Saw hingga ajaran yang agung ini ada bersama kita.

Orang Palestina telah memberi kita teladan dalam berjuang, meski penderitaan menjadi selimut mereka siang dan malam, tapi mereka  telah menjual diri mereka dengan Surga yang Allah janjikan, tak ada kata menyerah dalam kamus mereka. Genosida Israel tak membuat ciut nyali para pejuang bahkan malah sebaliknya serdadu-serdadu Israel menjadi gemetar ketika disebut nama Hamas.

Agama yang mulia ini sampai kepada kita dengan harga yang tidak murah, tidak dapat dibandingkan dengan nilai rupiah, berapa liter darah yang tumpah demi menegakkan panji-panji kebenaran di permukaan bumi ini. Cobalah sekali merenung, jikalau mereka telah menginfakkan darah, harta benda, harga diri bahkan nyawa mereka, lalu kita telah memberikan apa? Sudahkah secuil saham kita untuk perjuangan suci ini.

Ah, sungguh tahajjud kita terasa hambar ketika di jalanan sana para pejuang kebenaran  bermandi debu, memeras keringat, dan memotar otak menghadapi akal-akal busuk musuh kita.

Masihkan kita mau jadi pengamat di tengah gelanggang perjuangan dakwah ini, dimana letak nurani kita ketika junjungan alam Nabi Muhammad diremehkan, Islam dihinakan, saudara-saudara seiman dibantai dan diusir dari kampung halaman mereka, bukankah umat ini ibarat satu batang tubuh yang akan merasakan sakit ketika yang lainnya merasa sakit.

Untukmu para pejuang dan untukmu yang mau peduli, teruslah berbuat dan berbuat. Berikan apa yang bisa kita berikan, sebelum ajal menjemput. Buktikan bahwa kita tidak perlu menunggu lama untuk bisa memperjuangkan nasib agama dan bangsa kita.

Iklan

ஜ ۩ ۞  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ ۞ ۩ ஜ

Kisah  nyata  ini  terjadi  di  salah  sebuah  daerah  di  Yaman.Kisah  penderitaan  dan kepahitan yang dilalui oleh penduduk Gaza tersebar ke seantero dunia. Semua orang marah, benci, dendam dan sedih. Dimana korban kebanyakan adalah anak-anak kecil tak berdosa yang menjadi korban muntahan peluru sehingga darah membasah bumi tanpa henti.

Tragedi dahsyat ini juga sampai juga ke telinga seorang perempuan tua yang hidup miskin di salah sebuah kampung di Yaman. Sama seperti orang lain, dia juga turut sedih dan pilu sehingga berurai air mata. Lantas suatu hari, dia berusaha sekuat upaya untuk mencoba membantu sekadar semampunya. Kebetulan , ‘harta’ yang dia punya adalah seekor sapi tua, terlalu uzur, kurus dan sudah tidak bermaya. Dengan  semangat  tinggi  dan  perasaan  simpati  amat  sangat,  dia  berniat menyedekahkan Sapinya itu kepada penduduk Gaza lalu berjalan kaki dari rumah pergi ke salah sebuah masjid di Yaman sambil memegang sapi tunggal kesayangannya itu. Baca lebih lanjut

ஜ ۩ ۞  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ ۞ ۩ ஜ

Suatu ketika Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah  dengan  tujuan  hendak  membunuh  Nabi  Shalallahu  alaihi  wa  sallam.  Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci  tempat  Rasulullah  tinggal  itu.  Dengan  semangat  meluap-luap  ia  mencari  majlis Rasulullah,  langsung  didatanginya  untuk  melaksanakan  maksud  tujuannya.  Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang.

Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Baca lebih lanjut

ஜ ۩ ۞  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  ۞ ۩ ஜ

Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat,  dia  duduk  di  majelis  Nabi  Muhammad  SAW  dimana  para  sahabat  berdesak-desakkan di Masjib Nabawi.

Suatu  ketika  dia  menangkap  perkataan  Nabi  saw  :  “Barangsiapa  meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal”.

Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.

Akhirnya  malam  pun  semakin  larut,  sang  pencuri  lapar.  Keluarlah  dia  dari  Masjid demi melupakan rasa laparnya. Baca lebih lanjut

Ibnu Hajar rahimahullah dulu adalah seorang hakim besar Mesir di masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau keledai-keledai dalam sebuah arak-arakan. Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Si yahudi itu adalah  seorang  penjual  minyak.  Sebagaimana  kebiasaan  tukang  minyak,  si  yahudi  itu pakaiannya kotor. Melihat arak-arakan itu, si yahudi itu menghadang dan menghentikannya. Si yahudi itu berkata kepada Ibnu Hajar: “Sesungguhnya Nabi kalian berkata: ” Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir. ” (HR. Muslim) Baca lebih lanjut

Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau  mendengar  seseorang  di  hadapannya bertawaf,  sambil  berzikir:  “Ya  Karim!  Ya Karim!” Rasulullah  s.a.w.  menirunya  membaca  “Ya  Karim!  Ya  Karim!”  Orang  itu  Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata: “Wahai  orang  tampan!  Apakah  engkau  memang  sengaja  memperolok-olokkanku, karena  aku  ini  adalah  orang  Arab  badwi?  Kalaulah  bukan  kerana  ketampananmu  dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.” Mendengar  kata-kata  orang  badwi  itu, Baca lebih lanjut

oleh : KH. Abdullah Gymnastiar/Aa Gym                                                            27 Sha’ban 1432 H

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah,
Berbicara tentang pernikahan banyak yang menyesal. Menyesal kalau tahu begini nikmat kenapa tidak dari dulu. Menyesal ternyata banyak deritanya. Menikah itu tidak mudah, yang mudah itu ijab kabulnya. Rukun nikah yang lima harus dihapal dan wajib lengkap kesemuanya.

Begitu pula dengan syarat wajib nikah pada pria yang harus diperhatikan. Bagaimana jika kita belum punya biaya? Harus diyakini bahwa tiap orang itu sudah ada rezekinya. Menikah itu menggabungkan dua rezeki, rezeki wanita dan laki-laki bertemu, masalahnya adalah apakah rezeki itu diambil dengan cara yang barokah atau tidak. Allah tidak menciptakan manusia dengan rasa lapar tanpa diberi makanan. Allah menghidupkan manusia untuk beribadah yang tentu saja memerlukan tenaga, mustahil Allah tidak memberi rezeki kepada kita. Baca lebih lanjut

Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Kamis Pagi, 20 Sha’ban 1432 H

Sebagai hamba Allah, dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah Ta’ala berfirman,

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(Qs Al Anbiya’: 35) Baca lebih lanjut

…R3nuNGan…

Ikhwan Sejati

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya:
Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…


Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapidari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya….

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakankebenaran…..

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa … Baca lebih lanjut

Menikmati Proses

Oleh  : KH Abdullah Gymnastiar

Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu ALLOH yang menetapkan, tapi bagi kita punya kewajiban untuk menikmati dua perkara yang dalam aktivitas sehari-hari harus kita jaga, yaitu selalu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah ALLOH SWT.

Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka, karena menang-kalah itu akan selalu dipergilirkan kepada siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu niatnya benar karena ALLOH dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yang mampu seperti ini, sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh berarti bisa jadi syuhada. Baca lebih lanjut