Category: Sejarah


Rekan muda, kali ini kita ingin memperkenalkan seorang pahlawan dari Palestina yang bernama Izzuddin Al-Qosam. Sudah pernah mendengar namanya beluum? Kalo udah, mungkin sedikit dari kita yang tahu riwayatnya ya? Karena itu, saya ingin memperkenalkan syuhada kita ini. Biar kita nggak terlalu kuper-kuper amat.

Izzuddin Al-Qosam lahir tahun 1871 di Syiria. Ceritanya suatu hari ia divonis mati oleh penguasa pendududkan Perancis. Karena di Syria sudah tidak aman lagi, maka ia memilih Palestina sebagai medan jihad selanjutnya. Izzuddin al-Qosam sudah mencium makar Yahudi yang berbahaya bagi dunia Islam. Baca lebih lanjut

Futhu Makkah

Pembebasan Mekkah (bahasa Arab: فتح مكة, Fathu Makkah) merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan 8 H, dimana Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Baca lebih lanjut

Pertempuran Mu’tah

Bagian dari the Perang Arab-Bizantium

Tanggal 629
Lokasi Dekat Karak, Yordania
Hasil kemenangan Muslim (menurut Ibnu Katsir), kemenangan Bizantium
atau imbang

Pihak yang terlibat

Arab Muslim Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium)
Arab Kristen

Komandan

Zaid bin Harits,
Ja’far bin Abu Thalib,
Abdullah bin Rawahah,
Khalid bin Walid
Heraclius,
Theodorus,
Shurahbil bin Amr al-Ghassani

Kekuatan

3,000 (Ibnu Qayyim dan Ibnu Hajar) 200,000 (sumber Muslim)
Jumlah korban
12 (sumber Muslim, mungkin lebih) 20,000 (sumber Muslim, mungkin kurang)

Pertempuran Mu’tah (bahasa Arab: معركة مؤتة , غزوة مؤتة) terjadi pada 629 M atau 5 Jumadil Awal 8 H), dekat kampung yang bernama Mu’tah, di sebelah timur Sungai Jordan dan Al Karak, antara pasukan Muslim yang dikirim oleh Nabi Muhammad dan tentara Kekaisaran Romawi Timur.

Dalam sejarah Islam, pertempuran ini merupakan upaya Muslim untuk memberikan pembalasan terhadap kepala suku Ghassaniyah yang mengeksekusi seorang utusan kaum Muslim. Menurut sumber-sumber Islam, pertempuran ini berakhir dengan kedua pihak mundur dari medan perang. Menurut sumber-sumber Barat modern, pertempuran ini adalah upaya penaklukan yang gagal terhadap bangsa Arab di sebelah timur Sungai Jordan. Baca lebih lanjut

Pertempuran Khaibar

Tanggal 629 M
Lokasi Khaibar
Hasil Kemenangan Muslim

Pihak yang terlibat

Arab Muslim Yahudi dari Khaibar
Bani Nadhir

Komandan

Nabi Muhammad al-Harits bin Abu Zainab[rujukan?]

Kekuatan

1,600 ?

Jumlah korban

1

Pertempuran KhaibarIslamMuhammad dengan umat Yahudi yang hidup di oasisKhaibar, sekitar 150 km dari Madinah, [Arab Saudi].William Montgomery Watt menganggap penyebab pertempuran ini adalah Yahudi Bani Nadhir yang menimbulkan permusuhan melawan umat Islam. Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan umat Islam, dan Nabi Muhammad berhasil memperoleh harta, senjata, dan dukungan kabilah setempat.Hanya beberapa hari Nabi Muhammad berada di Madinah usai peristiwa Hudaibiya itu. Sekitar dua pekan kemudian, Rasul bahkan memimpin sendiri ekspedisi militer menuju Khaibar, daerah sejauh tiga hari perjalanan dari Madinah. Khaibar adalah daerah subur yang menjadi benteng utama Yahudi di jazirah Arab. Terutama setelah Yahudi di Madinah ditaklukkan oleh Rasulullah. Baca lebih lanjut

Perjanjian Hudaibiyyah (Arab:صلح الحديبية) adalah sebuah perjanjian yang di adakan di sebuah tempat diantara Madinah dan Mekkah pada bulan Maret 628 M (Dzulqaidah, 6 H)

Latar belakang

Pada tahun 628 M, sekitar 1400 Muslim berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Mereka mempersiapkan hewan kurban untuk dipersembahkan kepada kaum Quraisy. Quraisy, walaupun begitu, menyiagakan pasukannya untuk menahan Muslim agar tidak masuk ke Mekkah. Pada waktu ini, bangsa Arab benar benar bersiaga terhadap kekuatan militer Islam yang sedang berkembang. Nabi Muhammad mencoba agar tidak terjadi pertumpahan darah di Mekkah, karena Mekkah adalah tempat suci.

Akhirnya kaum Muslim setuju, bahwa jalur diplomasi lebih baik daripada berperang. Kejadian ini dituliskan pada surah Al-Fath ayat 4 :

هو الذي انزل السكينة في قلوب المؤمينين

yaitu bermakna bahwa Allah telah memberikan ketenangan bagi hati mereka agar iman mereka bisa bertambah. Baca lebih lanjut

Perang Khandaq (Arab:غزوة الخندق) terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi, yaitu pengepungan Madinah oleh pasukan gabungan (al-ahzaab), sehingga dikenal juga sebagai Perang Ahzab. Untuk melindungi Madinah dari serangan gabungan, maka dibuatlah parit sebagai strategi berperang untuk menghindari serbuan langsung dari pasukan gabungan Quraisy. Strategi pembuatan parit sebagai tempat perlindungan adalah strategi dari sahabat Rasulullah S.A.W bernama Salman al-Farisi yang berasal dari Persia. Sejatinya strategi ini berasal dari Persia, yang dilakukan apabila mereka terkepung atau takut dengan keberadaan pasukan berkuda.

Lalu digalilah parit di bagian utara Madinah selama sembilah/sepuluh hari. Pasukan gabungan datang dengan kekuatan 10.000 pasukan yang siap berperang. Pasukan gabungan membuat kemah di bagian utara Madinah, karena di tempat itu adalah tempat yang paling tepat untuk melakukan perang. Pada Pertempuran Khandaq, terjadi pengkhianatan dari kaum Yahudi Bani Qurayzhah atas kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya untuk mempertahankan kota Madinah, tetapi bani Quraizhah mengkhianati perjanjian itu. Baca lebih lanjut

Perang Zatu al-Riqa` (Arab:ذات الرقاع) adalah pertempuran antara pihak muslimin dengan Bani Muharib, Bani Tsa’labah dan Bani Ghathafan, di daerah dekat Najd, dan dimenangkan oleh pihak Arab Muslim. Dilain kisah pertempuran ini disebut pula sebagai Perang Bani Anmar.

Etimologi

Dinamakan Perang Zatu al-Riqa` karena para prajurit muslim membalut kakinya yang telah luka dengan potongan-potongan kain (riqa`).Lalu setiap enam orang menahan seekor unta. Baca lebih lanjut

Perang Uhud adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badr. Tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil. Baca lebih lanjut

Perang Badar

Pertempuran Badar (bahasa Arab: غزوة بدر, ghazawāt badr), adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadhan 2 Hijriah. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313, orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan. Baca lebih lanjut

Sejarah Singkat Imam Muslim

Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara’a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah. Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan selama lebih kurang 150 tahun. Seperti halnya Baghdad di abad pertengahan, Naisabur, juga Bukhara (kota kelahiran Imam Bukhari) sebagai salah satu kota ilmu dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah. Di sini pula bermukim banyak ulama besar. Baca lebih lanjut