Category: Yang Muda


I H S A N

Oleh Alm. Ustaz Rahmat Abdullah
Sumber : Dakwatuna

Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah swt. Sebab, ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. Sebaliknya, seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat di mata Allah swt. Rasulullah saw. pun sangat menaruh perhatian akan hal ini, sehingga seluruh ajaran-ajarannya mengarah kepada satu hal, yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia.

Oleh karenanya, seorang muslim hendaknya tidak memandang ihsan itu hanya sebatas akhlak yang utama saja, melainkan harus dipandang sebagai bagian dari akidah dan bagian terbesar dari keislamannya. Karena, Islam dibangun di atas tiga landasan utama, yaitu iman, Islam, dan ihsan, seperti yang telah diterangkan oleh Rasulullah saw. dalam haditsnya yang shahih. Hadist ini menceritakan saat Raulullah saw. menjawab pertanyaan Malaikat Jibril —yang menyamar sebagai seorang manusia— mengenai Islam, iman, dan ihsan. Setelah Jibril pergi, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya, “Inilah Jibril yang datang mengajarkan kepada kalian urusan agama kalian.” Beliau menyebut ketiga hal di atas sebagai agama, dan bahkan Allah swt. memerintahkan untuk berbuat ihsan pada banyak tempat dalam Al-Qur`an.

“Dan berbuat baiklah kalian, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

“Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan….” (QS. An-Nahl: 90)
Baca lebih lanjut

Iklan

Dua orang ikhwan teman seperjuangan saat masih kuliah di kampus sudah lama tdk ketemu. Suatu saat mereka ketemu dan saling kangen-kangenan, ngobrol ramai sambil minum kopi disebuah kafe. Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal-soal nostalgia jaman kuliah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini.

 

“Ngomong-ngomong, mengapa sampai sekarang antum belum juga menikah akh?” ujar seorang ikhwan kepada temannya yang sampai sekarang membujang.

 

“Sejujurnya sampai saat ini ana terus mencari akhwat yang sempurna. Itulah sebabnya ana masih melajang. Dulu ana pernah ta’aruf dengan seorang akhwat cantik yang amat pintar. Ana pikir ini adalah akhwat ideal yang cocok untuk menjadi istri ana. Namun ternyata ketahuan bahwa ia sombong. Ta’aruf kamipun tdk berlanjut “.

Baca lebih lanjut

Suatu hari.. pernah kurenungi…

adakah seorang insan yang mengerti..

apakah arti kehidupan ini…

Baca lebih lanjut

Ehem..ehem..suwit2..prikitiwwww….

Banyak temen2 saya yang bertanya : prosedur yang benar ato tuntunan Islam yang benar dalam mencari suami/istri iku piye se? ta’aruf ngono ta? oleh telpon2an ga? trus lek misale pengen cari2 info tentang calon iku piye?

Jadi kira2 ini jawaban saya, ben kalo ada yang takon, tak kasih link nang blog iki ae kwkwkw

sebelum itu : perhatikan, bahwa orang yang menjadi perantara ato MC alias mak comblang, harus orang yang sudah menikah, kenopo?? soalnya ini untuk menghindarkan kita semua dari fitnah, jadi begono : kalo anda akhwat, mintalah dicarikan suami oleh temen anda akhwat yang sudah menikah, akhwat ini nanti akan bilang sama suaminya, dan suaminya akan mencari calon dari temen2nya yang belum nikah, bagannya jadi kaya ngene :

akhwat (single) ===> akhwat (udah merit) ==> suami akhwat tsb ===> ikhwan (single)

bagan ini juga berlaku untuk kebalikannya 

ikhwan (single) ===> ikhwan(udah merit) ==> istrinya ===> akhwat (single) Baca lebih lanjut

Semua orang juga mau nikah, tapi …, ana belum siap nikah tuh…” Kalimat itu keluar dari mulut seorang ikhwan yang baru saja menerima sebuah pesan SMS, dari temannya yang memang sudah menikah. “Nikah yo…” Isi SMS tersebut. N Ternyata ikhwan itu tidak sendiri dengan kata-kata “Belum siap”nya. Banyak lagi ikhwan-ikhwan lain yang juga menjawab belum siap ketika ditanya tentang kapan nikah? Padahal usia sudah sangat cukup sekali untuk menikah, belum lagi dengan fitnah syahwat yang menjamur dimana-mana. Duh… harus kuat iman plus rajin shaum sunnah untuk gak buru-buru nikah n Ketika ditanya tentang alasan ketidak siapan mereka, jawabannya bermacam-macam. Mulai dari menyelesaikan study, belum dapat izin orang tua, sampai masalah maisyah. Kebanyakan alasan mereka adalah masalah maisyah. Belum punya rumah, belum punya mobil , belum punya pekerjaan tetap, belum naik jabatan, atau bahkan belum bekerja sama sekali. Itu alasan mereka. Duh akhi…, kalo nunggu sampai punya rumah dan mobil pribadi, kapan nikahnya??? Padahal perintah Allah untuk menikah itu sangat jelas. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas, lagi Maha Mengetahui” (Qur’an Surat An Nur : 32) Rasullulah salallahu alaihi wa salam juga memerintahkan kepada para pemuda untuk menikah, dan menasehati pada mereka yang tidak mampu untuk puasa, dengan tujuan untuk menahan syahwat . Baca lebih lanjut

”Hey, gak boleh melamun!” aku menyikut Aldisa, adik kelasku di SMA dulu. Kini ia sedang mengurus administrasi di kampus yang sama denganku.
“Eh iya, Mbak.” Ia tersenyum, tapi lalu mengembalikan tatapannya ke posisi semula. Aku sadar betul apa yang diperhatikannya. Seorang wanita berjilbab besar dengan gamis marun sedang khusyuk membaca Al-Qur’an. Ia memang tampak menyejukkan di tengah KRL ekonomi yang pengap dan gersang. “Aku kagum mbak sama mereka itu.” Ujar Aldisa bersemangat. “Kemarin, waktu aku pertama kali nyampe Jakarta, aku ketemu sama mbak-mbak kayak gitu. Nyapa aku ramah banget, mungkin kasian liat wajah ndeso-ku ya mbak.” Tambahnya lugu.
“Hati-hati, Nduk. Mereka nyapa ada maunya!” jawab Rina sahabatku dengan ketus, menatap sinis ke arah wanita yang mengaji itu.
“Lho, maksudnya mbak?”
“Iya awalnya mereka ngajak kenalan, trus lama-lama ngajakin kamu ngaji di pengajian mereka.”
“Lah, emang kenapa toh mbak aku ndak boleh ikut ngaji sama mereka? Aku kan mau jadi sholehah juga kayak mereka..”
“Sudahlah, nanti kamu akan tahu sendiri.”
“Cukup, Rin.” Aku memutus pembicaraan itu.
Aldisa mengangguk seolah mengerti maksud kami. Aku faham betul, Rina sahabatku dua tahun terakhir ini memang tidak suka wajah-wajah sok alim mereka, tidak suka sapaan ramah yang dibuat-buat katanya, intinya ia tidak suka dengan para aktivis mesjid itu.

Alhamdulillah was shalaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

 Waktu muda, kata sebagian orang adalah waktu untuk hidup foya-foya, masa untuk bersenang-senang. Sebagian mereka mengatakan, “Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.” Inilah guyonan sebagian pemuda. Bagaimana mungkin waktu muda foya-foya, tanpa amalan sholeh, lalu mati bisa masuk surga[?] Sungguh hal ini dapat kita katakan sangatlah mustahil. Untuk masuk surga pastilah ada sebab dan tidak mungkin hanya dengan foya-foya seperti itu. Semoga melalui risalah ini dapat membuat para pemuda sadar, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu mudanya dengan sebaik-baiknya. Hanya pada Allah-lah tempat kami bersandar dan berserah diri. Baca lebih lanjut

Hakikat C!nta

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

Hikam:

“Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik.”(Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)

Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad) Baca lebih lanjut

AKHLAQ AKTIVIS

# PENGERTIAN AKHLAQ & AKTIVIS #
Secara Istilah :
1. Jiwa aktivis yang harmonis, selaras dengan tugasnya hingga mencapai taraf Allah minded, Rosul dan Islam minded
2. Aktivis yang cakap dan cukup serta kuasa menghadapi berbagai kemungkinan dimasa yang akan datang.

# MEMBANGUN INTEGRITAS AKTIVIS DENGAN AKHLAQ #

Akhlaq Aktivis meliputi 3 aspek:
1. Keyakinan, kepada Allah, Yaumul Akhir, Qodlo dan Qodar
2. Ketha’atan, kepada Allah, Rasul, dan Ulil amri
3. Perilaku Individual, Keluarga, Bermasyarakat
Keyakinan seorang aktivis haruslah menjadi sebuah landasan sikap dan tindakannya dalam membangun dan mengembangkan wawasan dan kontrol hidupnya yang harus senantiasa berada dalam koridor:
1. Syari’at Allah dalam rangka beribadah kepada-Nya.
2. Berkalkulasi jauh kedepan dalam mengingat, menimbang dan memutuskan amalannya.
3. Dan senantiasa penuh keikhlasan dan ketawakalan pada ketentuan Allah sehingga dia sanggup bersabar dalam berbagai keadaan.
Sebagai rangkaian yang aplikatif maka ketha’atan seorang aktivis harus sampai pada titik ilustrasi : Qs 9:119, Qs 49:1
1. Tidak ada tindakan dan sikap seorang aktivis yang keluar dan diluar ketentuan apalagi bertentangan dengan koridor Lembaga dakwah dan programnya, sebaliknya hendaklah tiap langkah dan tindakan dihiasi dengan rasa mahabbah seperti mahabbahnya shahabat kepada rasul atau shahabat dengan shahabat. Qs 59:9.
2. Ketha’atan aktivis juga harus sebagai:
a. Titik Integritas Qs 9:16
b. Sekaligus penolakan terhadap penyelewengan / distorsi wijhah Qs 4:64
c. Dan juga sebagai daya tangkal usaha-usaha perpecahan Qs. 8:46, Qs. 6:153
3. Ketha’atan pada akhirnya menempatkan kita pada tingkatan ketawakalan tertinggi bahwa pemilik dan penanggung jawab segala konsekwensi, instruksi, program dsb, hanyalah Allah. Qs 3:159.# AKHLAQ INDIVIDUAL AKTIVIS DALAM KONTEKS SOSIO CULTURAL # Baca lebih lanjut

“ Pacaran dalam Islam ”

Sobat tau, dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “pacar” diartikan sebagai lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan batin, biasanya untuk menjadi  tunangan atau kekasih. Pacaran adalah bercintaan atau berkasih-kasih.

Jika demikian pengertiannya, maka pacaran hanya sikap batin. Dan sebagian orang –khusus remaja- sikap batin ini disusul dengan tingkah laku berdua-duaan, saling memegang, berciuman, bermesraan, dan seterusnya, yang semua aktifitas itu mengantarkan pada perbuatan ZINA.

Hiiy…na’udzubillah!! Baca lebih lanjut